Makna Menyentuh “The Fate Of Ophelia” Dari Taylor Swift
Halo, pembaca setia BacaTulisanku!
Kembali lagi di tempat nongkrong digital paling asik buat bahas musik, film, dan segala hal yang lagi rame di timeline. Hari ini kita bakal ngobrolin salah satu lagu terbaru Taylor Swift yang lagi jadi perbincangan hangat di mana-mana: “The Fate of Ophelia.”
Lagu ini nggak cuma indah dari segi melodi, tapi juga punya makna yang dalam banget — khas Taylor Swift yang selalu berhasil nyentuh hati lewat lirik-lirik puitisnya.
🌊 Sedikit Tentang Lagu “The Fate of Ophelia”
“The Fate of Ophelia” adalah salah satu lagu dalam era terbaru Taylor Swift yang kabarnya terinspirasi dari tokoh Ophelia di drama legendaris Hamlet karya Shakespeare. Dalam kisah aslinya, Ophelia adalah sosok perempuan lembut yang tenggelam dalam kesedihan dan kehilangan jati dirinya karena cinta yang rumit.
Taylor, dengan caranya yang khas, mengambil kisah tragis itu lalu memutarnya jadi refleksi modern tentang cinta, kehilangan, dan perjuangan menemukan diri sendiri di tengah dunia yang penuh tekanan.

Sumber: Google
💔 Makna di Balik Liriknya
Kalau kamu dengerin baik-baik, lirik The Fate of Ophelia terdengar seperti curhatan seseorang yang dulu mencintai sepenuh hati, tapi akhirnya harus menghadapi kenyataan bahwa cinta nggak selalu membawa kebahagiaan. Baca juga https://bacatulisanku.com/makna-menyentuh-di-balik-lagu-eyes-closed/
Taylor seolah menggambarkan seseorang yang “tenggelam” — bukan secara fisik, tapi secara emosional.
Tenggelam dalam kenangan, dalam ekspektasi, dan dalam cinta yang nggak berbalas.
Ada bagian lirik yang (menurut banyak fans) terasa paling menusuk:
“I wore your name like a crown, till the weight pulled me under.”
Artinya kurang lebih, “Aku mengenakan namamu seperti mahkota, sampai akhirnya beratnya menarikku ke dasar.”
Di sini, Taylor menunjukkan bagaimana cinta bisa jadi hal yang indah sekaligus menghancurkan — ketika seseorang terlalu kehilangan dirinya demi orang lain.
🌹 Kenapa Lagu Ini Begitu Menyentuh
Taylor Swift memang jagonya bikin pendengar merasa, “wah, itu aku banget.”
Lewat The Fate of Ophelia, dia bukan cuma bercerita tentang tokoh klasik, tapi juga tentang banyak orang di dunia nyata yang pernah merasa “tenggelam” karena cinta, tekanan, atau ekspektasi orang lain.
Musiknya yang lembut, berpadu dengan lirik puitis dan vokal Taylor yang penuh emosi, bikin lagu ini terasa seperti pelukan — hangat tapi menyakitkan di saat yang sama.
🌙 Pesan dari Taylor: Jangan Biarkan Diri Kita Tenggelam
Kalau boleh disimpulkan, The Fate of Ophelia bukan cuma lagu tentang patah hati.
Ini lagu tentang menemukan kembali diri sendiri setelah hancur.
Tentang menyadari bahwa kita nggak harus jadi korban dari kisah cinta siapa pun.
Ophelia di versi Taylor bukan lagi gadis yang tenggelam karena cinta, tapi perempuan yang belajar berenang, walau airnya dingin dan arusnya kencang.
✨ Penutup dari BacaTulisanku
“The Fate of Ophelia” jadi bukti bahwa Taylor Swift masih terus berevolusi — bukan hanya sebagai musisi, tapi juga penulis cerita yang tahu betul bagaimana cara menyentuh hati pendengarnya.
Buat kamu yang lagi berjuang lepas dari masa lalu, lagu ini bisa jadi teman terbaik di malam sepi: tenang, sendu, tapi penuh harapan.
Karena kadang, dari tenggelam kita belajar cara mengapung lagi.

Pingback: Makna Lagu “Ours To Keep” yang Viral di Tiktok