Tron: Ares Jadi Viral Gara-Gara Visual Keren, Bukan Ceritanya?

Desain poster Tron Ares menampilkan dunia digital futuristik dan efek neon khas film Tron.

Sumber: Disney Indonesia

Halo pembaca setia BacaTulisanku!
Kamu pasti udah nggak asing lagi sama franchise legendaris Tron, kan? Dunia digital yang penuh cahaya neon, efek futuristik, dan motor cahaya yang super keren itu kini balik lagi lewat film terbaru berjudul Tron: Ares. Film ini langsung jadi bahan omongan para pecinta film sci-fi di seluruh dunia — mulai dari yang nostalgia berat sama versi lawasnya, sampai yang penasaran sama teknologi visualnya yang katanya “gila banget”.

Tapi, di balik semua kemegahan visual dan hype besar, banyak juga yang bilang Tron: Ares terasa… agak nanggung. Nah, kali ini BacaTulisanku bakal bahas secara santai kenapa film ini bisa viral banget, tapi juga bikin sebagian penontonnya merasa “kok kayaknya ada yang kurang, ya?”.


🎬 Sekilas Tentang Tron dan Kenapa Versi Baru Ini Jadi Sorotan

Sebelum kita masuk lebih dalam, sedikit nostalgia dulu. Tron pertama kali rilis tahun 1982 — waktu itu, film ini dianggap revolusioner banget karena jadi salah satu pelopor efek komputer di dunia perfilman. Lalu, pada 2010, muncul Tron: Legacy yang memperkenalkan dunia Grid ke generasi baru dengan visual yang makin memanjakan mata.

Nah, Tron: Ares datang sebagai kelanjutan yang dinanti-nanti. Film ini disutradarai oleh Joachim Rønning dan dibintangi oleh Jared Leto. Ceritanya masih mengangkat tema klasik Tron — pertemuan antara manusia dan dunia digital, tapi dengan sentuhan yang lebih emosional dan filosofis.


💡 Visualnya Masih Jadi Kekuatan Utama

Satu hal yang nggak bisa dipungkiri: Tron: Ares benar-benar memanjakan mata. Dari pencahayaan neon khas Tron, efek komputer yang lebih halus, sampai dunia digital yang terasa hidup banget — semuanya terasa seperti upgrade besar dari Tron: Legacy.

Film ini sukses menciptakan dunia futuristik yang terasa nyata, lengkap dengan detail kecil yang bikin penonton betah menikmati setiap adegannya. Buat kamu yang suka film dengan tampilan visual keren kayak Blade Runner 2049 atau Dune, Tron: Ares bisa jadi pilihan yang pas banget.


🤔 Tapi Kok Rasanya Masih Kurang Nendang?

Meski visualnya luar biasa, banyak penonton merasa cerita Tron: Ares agak kurang greget. Plot-nya memang punya potensi besar — tentang hubungan manusia dan AI, tentang pencarian jati diri di antara dua dunia — tapi eksekusinya terasa datar di beberapa bagian.

Beberapa karakter juga nggak sekuat yang diharapkan. Jared Leto tampil oke secara visual, tapi karakternya terasa belum benar-benar hidup secara emosional. Jadinya, film ini terasa kayak karya seni yang indah secara tampilan, tapi kurang menggugah secara rasa.

Namun, bukan berarti film ini gagal total. Buat penonton yang datang untuk menikmati experience visual dan dunia digital yang imersif, Tron: Ares tetap menyenangkan. Mungkin ini salah satu film yang lebih cocok ditonton di layar besar sambil menikmati atmosfer futuristiknya, ketimbang menonton dari rumah.


🚀 Kenapa Film Ini Tetap Viral?

Meskipun banyak kritik, Tron: Ares tetap jadi perbincangan karena beberapa alasan:

  1. Franchise legendaris – Nama Tron sendiri udah punya tempat spesial di hati para pecinta film sci-fi.
  2. Teknologi & visual modern – Setiap kali film ini tayang, orang-orang langsung ngomongin soal efeknya yang “selevel video game masa depan.”
  3. Tema relevan – Isu hubungan manusia dan AI lagi naik banget sekarang, dan Tron: Ares memanfaatkannya dengan cukup baik.

Selain itu, banyak juga yang menganggap film ini sebagai bentuk penghormatan untuk era awal efek digital — semacam pengingat betapa jauhnya perkembangan teknologi film sekarang.


🎞️ Worth It Nggak Buat Ditonton?

Kalau kamu suka film dengan visual megah, efek digital luar biasa, dan tema futuristik, Tron: Ares wajib banget masuk daftar tontonanmu. Tapi kalau kamu lebih cari cerita yang kuat dan karakter yang emosional, mungkin film ini bakal terasa sedikit datar.

Intinya, Tron: Ares itu seperti lukisan digital yang luar biasa indah, tapi mungkin belum sepenuhnya menyentuh hati. Tetap keren, tetap seru, dan pastinya masih jadi tontonan wajib buat penggemar sci-fi modern.


✨ Jadi gimana? Kamu sudah nonton Tron: Ares belum?
Kalau sudah, share dong pendapatmu di kolom komentar — apakah kamu termasuk tim “visualnya keren banget” atau tim “ceritanya kurang nendang”? Yuk, ngobrol santai bareng di BacaTulisanku!

novitamulviana71@gmail.com

Halo, saya ipi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *